Sinar di wajahmu bagai monstran di juma'at pertama
Yang hanya di sentuh tangan tertahbis
Menyilaukan tapi tak membutakan
Menebar dan tak menikam
Kurasa dekat meski penuh keagungan
Meski tak pernah bisa kurengkuh apalagi kumiliki
Ada di bagian terdalam analogi tubuhku
Tak sanggup kutatap sinar itu
Tak layak aku meski bersimpuh di kakimu
Berputar putar kuamati
Berhari hari ku tunggui
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment