Meleleh keringat dari tubuhku yang menggigil
Karena sengatan kata yang menari dari bibir yang tak bergincu
Meliuk tajam menusuk seluruh harga keabadian
Melumerkan kasih pada litani tapak garis sejati
Satu persatu ku tanggalkan lembaran kain
yang melekat di tubuhku........
Bagai alice in the wonderland ku liukan tubuhku
selatan utara barat timur tenggara..............
lalu meliuk bagai puting beliung
Pandangan liarmu melekat pada tubuhku
Kujejakkan langkah mendekati keliaran
kunikmati derap hati yang berpacu dengan jantung dan otak
Aroma stimulan mulai mengacaukan skenario ini
Dengan irama samba latino aku berdenyut
Kilatan warna semakin membuatku gila membangitkan
rasa yang tersentuh dalam gerakan samba
Kulihat tubuhmu pun mulai bergetar
dalam getaran skala richer yang amat besar
Senyumku tanpa jejak dalam hati
Tiba...........tiba.............................
ughhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
ughhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Gelap.....................hitam.........................hitammmmmmmm
Hitam.................gelap.........................................................
Mengapa hanya Apokrifa????????????
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment